Pintar vs Bodoh

Posted: 18 Oktober 2010 in Motivasi

Menurut Bob Sadino, perbedaan pintar dengan bodoh dalam kacamata wira usaha sebagai berikut:

1. Orang “Pintar” terlalu banyak ide sehingga tak satupun ide itu menjadi kenyataan, alasannya hasil survey mengidentifikasikan bahwa prospek usaha kurang bagus. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide usaha dan itulah yang menjadi pilihan usahanya.

2. Orang pintar karena terlalu “pintar”nya menjadi tidak berani berbisnis karena berbagai pertimbangan dan berfikir terlalu panjang, sedangkan orang “bodoh” biasanya lebih berani karena dia nothing to lose dan berfikiran sederhana.

3. Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, tempat, strategi pemasaran, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak terlalu pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Karena ingin cepat sukses, orang “pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sedangkan orang “bodoh” merasa dia harus terjun sendiri ke usahanya, rela bersusah payah, melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Orang “pintar” hanya berani bermimpi sesuatu berdasarkan logika saja, sedangkan Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu yang sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain dan berusaha menggapai mimpinya.

6. Orang “Pintar” menganggap berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir dia pun bisa berbisnis tanpa menyandang title pendidikan.

7. Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera memulai bisnisnya.

8. Orang “pintar” sering tidak focus dan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis lain, bagi mereka, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan untuk menggali potensi diri mereka dalam berbisnis. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

9. Orang “pintar” sering mengabaikan kualitas produk karena merasa pintar atau sok tahu, sedangkan orang bodoh merasa konsumen lebih pintar darinya dan memperbaiki kualitas produk ketika diberitahu konsumen.

10.  kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas, sedangkan orang “bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis.

11. Orang “Pintar” mudah menyerah karena merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s